Tuesday, June 3, 2025

TINDAK KEKERASAN APARAT TERHADAP RELAWAN DAN PEKERJA KEMANUSIAN

 

No

IDENTITAS

TEMPAT KEJADIAN

TGL KEJADIAN/KRONOLOGIS

KETERANGAN

1

Zairi Karnaini

Bakongan, Aceh Selatan

Korban ditangkap Rabu (17/11/99) dan dibawa ke Makoramil Bakongan, Aceh Selatan, ketika sedang menjalankan investigasi sosial di Kecamatan Bakongan, Aceh Selatan. Disini korban mengalami penyiksaan dan dibebeaskan dalam kondisi menyedihkan.

Korban mengalami luka parah

2

Razikin

Bakongan, Aceh Selatan

Idem

Korban mengalami luka parah

3

Rizal Sabri

Bakongan, Aceh Selatan

Idem

Korban mengalami luka parah

4

Ahmad Fadli (BEM Universitas Syiah Kuala )

Bakongan, Aceh Selatan

Idem

Korban mengalami luka parah

5

Mohammad Dinar (BEM IAIN)

Bakongan, Aceh Selatan

Idem

Korban mengalami luka parah

6

Haikal (Wakampas)

Bakongan, Aceh Selatan

Idem

Korban mengalami luka parah

7

T Indra Mahmudsyah (Koordinator Pemraka Seunagan Raya) Aceh Selatan.

Seunagan Aceh Selatan

Minggu (2/1/00) siang korban dipukuli aparat TNI saat berada di Posko Pemraka yang berhadapan dengan markas Koramil Seunagan. Aparat juga merusak markas Pemraka.

Korban mengalami luka di kepala bagian depan.

8

T Mirsal (anggota Pemraka Seunagan raya) Aceh Selatan.

Seunagan Aceh Selatan

Minggu (2/1/00) siang korban dipukul TNI saat berada di Posko Pemraka yang berhadapan dengan markas Koramil Seunagan. Aparat juga merusak markas Pemraka.

 

 

 

Korban mengalami luka di kepala bagian belakang.

9

Bris Budiama (21)

Kawasan Desa Blang panyang, kec. Muara Dua, A. Utara

Korban mengumpulkan sumbangan untuk para pengungsi Ujong Blang, kamis (15/7).

Korban mengalami luka serius sehingga terpaksa dirawat di RSU Lhokseumawe.

10

M. Yusuf Idris (20)

Kawasan Desa Blang Panyang, kec. Muara Dua, A. Utara

Korban mengumpulkan sumbangan untuk para pengungsi Ujong Blang, kamis (15/7).

Korban mengalami muka bengkak, luka lecet, memar-memar, dan dadanya sakit akibat dipukul dengan popor senjata oleh tentara.

11

Burhanuddin (PMI Bireun)

Losmen Murni Bireun, Aceh Jeumpa.

Korban tertembak, Minggu (31/10/99) ketika satu unit truk militer yang sarat aparat keamanan dari arah Lhokseumawe memberondong ke arah Losmen Murni. Kebetulan Posko Satgana berlokasi di kamar paling ujung Losmen tersebut. Beberapa anggota PMI yang baru saja menjalankan tugas turun dari mobil ambulace. Mendadak dari arah jalan raya, terdengar berondongan peluru yang mengarah ke Losmen.

Korban mengalami luka tembak di paha kanan

12

Mawardi (PMI Lhokseumawe)

Losmen Murni Bireun, Aceh Jeumpa.

Idem

Korban mengalami luka ringan di paha kiri

13

Putra Juanda

Matang Geulumpang Dua, Aceh Utara

Sabtu (11/12/99) sekitar pukul 20.00 WIB, korban mahasiswa yang baru pulang mengikuti kongres HMI di Jambi ditembak aparat keamanan di depan Polsek Matang Geulumpang Dua.

Korban mengalami luka tembak serius

14

Rahmat yahya

Matang Geulumpang Dua, Aceh Utara

Idem

Korban mengalami luka tembak serius

15

Iftikal

Matang Geulumpang Dua, Aceh Utara

Idem

Korban mengalami luka tembak serius

16

Said Mahfud

Matang Geulumpang Dua, Aceh Utara

Idem

Korban mengalami luka tembak serius

17

Agusta (22), mahasiswa Teknik Unsyiah

Depan RSU Banda Aceh

Puluhan aktifis SMUR setelah melakukan Aksi Memperingati Tragedi Pusong Lhokemawe Aceh Utara, yang bertema "Menentang Aksi kekerasan" di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh Senin (3/1/00), pulang menuju markasnya di Lampineng. Setibanya di depan rumah Sakit Umum, satu truk pasukan Brimob melewati mereka sambil memberi ejekan kepada para aktivis SMUR yang sedang berjalan pulang. Para akativis SMUR membalas ejekan yang dilontarkan terhadapnya.

Mereka tidak mengetahui bahwa dibelakang mereka ada satu truk Brimob yang sedang pulang menuju ke Markasnya. Melihat balasan ejekan yang dilakukan aktivis SMUR mendadak mereka turun dari truknya daan langsung mengejar dan menghajar para aktivis SMUR itu. Tanpa memberi aba-aba dan ampunan sedikit pun.

Korban mengalami luka-luka.

18

Juanda (24), mahasiswa Teknik Unsyiah

Depan RSU Banda Aceh

Idem

Korban mengalami luka-luka

19

Yasir (23), mahasiswa Tarbiyah IAIN Ar-Raniry.

Depan RSU Banda Aceh

Idem

Korban mengalami luka-luka

20

M Dahlan (22) anggota Thaliban, penduduk Desa Lebok Pidie.

Desa Lebok Pidie.

Korban ditembak saat melarikan diri ke rumah ketika aparat melakukan sweeping, Minggu (9/1/00). Aparat mengejarnya hingga ke rumah dan menanyakan mana anggota GAM. "Tidak ada anggota GAM" sebut orangtua korban. "Kalau bukan GAM kenapa lari" sahut aparat. Saat itu, ia ditembak dua kali di lutut.

karena tidak adanya pertolongan, korban mengalami pendarahan berat dan meninggal.

21

Zaifah Ali alias Buyung (25), perawat di Puskesmas Manggeng

Dusun Pasar Lama, Desa Keude Manggeng, Manggeng Aceh Selatan.

Korban tertembak aparat keamanan yang datang dengan kendaraan melakukan patroli di daerah itu, Jum’at (7/1/00) sekitar pukul 02.00 WIB. Aparat melepaskan tembakan segala arah. Sedangkan korban yang dipanggil Buyung selain sebagai perawat juga membuka toko usaha kelontong di Dusun Pasar Lama, Desa Keude Manggeng. Malam itu korban yang masih lajang tidur di ruang tokonya, dan tiba-tiba toko yang ditempatinya disiram peluru.

Korban mengalami luka tembak di paha kiri, dua jari kaki kanan putus, dan kena serpihan peluru di bagian kepala. Korban dirawat di RSU Banda Aceh

22

Rizannur , Sekum BEM PT Al Muslim Peusangan Aceh Jeumpa.
Koordinator PCC setempat

Peusangan Aceh Jeumpa

Korban mengaku ditikam aparat keamanan, Rabu (9/1/00). Korban adalah Sekum BEM PT Al Muslim Peusangan.

 

 

Korban mengalami luka tikam

23

Fachrurrazi (25), mahasiswa Sekolah Tinggi Teknik Iskandar Thani (STTIT) Banda Aceh.

 

 

Simpang Mamplam, Samalanga

Aceh Jeumpa,

Korban dilaporkan hilang sejak (6/1/00). Menurut keluarganya, terakhir dia diketahui mengantar kawannya dengan mengendarai sepeda motor BL 2511 AD. Warga mengaku melihat korban bersama anggota Brimob yang pada saat itu sedang menggelar sweeping di Simpang Mamplam. Korban selama ini aktif sebagai Relawan PEMRAKA Posko Simpang Mamplam, Samalanga

Aceh Jeumpa

Korban hilang

24

Ir Sukardi Syarif alias Adi (30),
warga Desa Simpang Tiga Alue Paku, Kec. Sawang, Aceh Selatan;
Aktivis LSM Yayasan Rumpun Bambu
Aceh Selatan

Kawasan Desa Batee Tunggai, Kec. Samadua
Aceh Selatan

Senin (31/1/00) sekitar pukul 07.30 WIB warga Desa Batee Tunggai, Kec. Samadua, Aceh Selatan menemukan mayat tanpa busana berjenis kelamin laki-laki, diidentifikasi sebagai Sukardi. Jenazahnya tergeletak di pinggir jalan raya kawasan Gunung Stui atau daerah perbatasan Desa Batee Tunggai dengan Desa Kuta Blang. Korban yang juga lulusan Fakultas Pertanian Unsyiah Jur. Peternakan itu hilang sejak (30/1/00) sekitar pukul 17.00 WIB dalam perjalanan pulang setelah mengantar sorang relawan yang berdomisili di Desa Lhok Pawoh, daerah perbatasan dengan Kec. Samadua. Ketika mengantar relawan itu, korban mengendarai sepeda motor jenis Astrea 800 BL 4174 LC. Namun kendaraan tersebut tidak ditemukan di lokasi. Setiba di Lhok Pawoh, korban langsung kembali ke Desa Simpang Tiga Alue Paku. Menurut keterangan sejumlah saksi, pada saat korban pulang ada salah seorang warga minta menumpang. Warga tersebut turun di Desa Sawang II, sedangkan korban terus melanjutkan perjalanannya. Berdasarkan keterangan tersebut, korban diperkirakan hilang antara Desa Sawang II dengan Desa Blang Geulinggang, sebab korban tidak pernah sampai ke rumahnya.

Korban tewas dengan kondisi mengenaskan. Di tubuhnya terdapat luka tembak dan bekas-bekas siksaan berat.


0 comments:

Post a Comment

Djon Afriandi