Sunday, June 1, 2025

Syafnil Armen

 



Kolonel Syafnil Armen dan Keterlibatannya dalam Pembunuhan Rakyat Acheh Human Rights Watch

Kolonel Syafnil Armen adalah seorang perwira tinggi Tentera Nasional Indonesia (TNI) yang pernah menjabat sebagai Komandan Korem 011/Lilawangsa, yang meliputi wilayah Acheh Utara, Pidie, dan Acheh Timur. Dia memainkan peranan penting dalam operasi militer di Acheh selama konflik bersenjata antara pemerintah Indonesia dan Gerakan Acheh Merdeka (GAM). Tapol

Peranan dalam Operasi Militer di Acheh

Sebagai Komandan Korem 011/Lilawangsa, Syafnil Armen bertanggung jawab atas pelaksanaan operasi militer di wilayah kekuasaannya. Dia mengakui bahwa dia memerintah pasukannya untuk menangkap Teungku Bantaqiah dan para pengikutnya "hidup atau mati" dalam operasi militer yang dilakukan pada 23 Juli 1999 di Beutong Ateueh, Acheh Barat. Dalam kesaksiannya di pengadilan terhadap 24 prajurit yang didakwa atas pembunuhan tersebut, Syafnil menyatakan bahwa para prajurit hanya menjalankan perintah yang diberikan oleh dia. Tapoljawawa.id

Kontroversi dan Kritik

Perintah "hidup atau mati" yang diberikan oleh Syafnil Armen menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk organisasi hak asasi manusia internasional. Human Rights Watch dan Amnesty International menyoroti bahwa perintah tersebut menunjukkan adanya pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia dan hukum humaniter internasional. Meskipun demikian, Syafnil tidak pernah didakwa atau diadili atas perannya dalam peristiwa tersebut. Human Rights Watch

Kesimpulan

Keterlibatan Kolonel Syafnil Armen dalam operasi militer di Acheh, khususnya dalam peristiwa pembunuhan Teungku Bantaqiah dan para santrinya, mencerminkan tantangan dalam menegakkan akuntabilitas atas pelanggaran hak asasi manusia di Indonesia. Meskipun telah ada upaya untuk mengadili pelaku di tingkat bawah, perwira tinggi seperti Syafnil belum pernah dimintai pertanggungjawaban secara hukum. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang komitmen pemerintah dalam menegakkan keadilan dan hak asasi manusia di wilayah konflik seperti Acheh.

0 comments:

Post a Comment

Djon Afriandi