Data & Dokumentasi Koalisi NGO HAM Aceh
No | TGL | LOKASI | JUMLAH | ASAL | KETERANGAN | KONDISI TERAKHIR |
| 1 | 27/2- ‘99 | Mesjid, sekolah dan fasilitas umum lainnya | 13.000 jiwa | Desa Kandang, Kab. A. Utara | Warga setempat merasa takut karena didatangi TNI untuk menguber Ahmad Kandang dan anggota GAM lainnya | Sudah kembali ke desa secara bertahap. |
| 2 | 3 /5- ‘99 | Kec. Dewantara, Kab. A. Utara | 119 KK | Desa Paloh Igeueh, Kec. Dewantara, Kab. A. Utara | Karena adanya insiden Simpang KKA, Kec. Dewantara, Kab. A. Utara, disamping adanya isu akan terjadi perang. | Kembali ke desa secara bertahap |
| 3 | 6/5- ‘99 | Keudee Ule Glee | 16.000 jiwa | Desa disekitar Keudee Ule Glee | Mereka eksodus ke Keude Ulee Glee. Sama seperti halnya masyarakat Ulim, eksodusnya mereka karena dikampungnya ada TNI yang berusaha menguber GAM dan isu perang. | Masyarakat akhirnya kembali ke desa masing – masing, senin (10/5), secara berangsur-angsur. |
| 4 | 14/5- ‘99 | Mesjid Ulim, Kab. Pidie | 6.000 | Desa – desa di sekitar kawasan Ulim | Mereka mengungsi ke Mesjid Ulim karena desanya diisukan akan ada perang antara TNI dengan GAM.
| Sekitar 3.200 warga kembali ke desa mereka (14/6-99), namun mereka mengatakan akan kembali ke camp jika sampai di desa mereka tidak aman. Sedangkan yang lain menyusul secara bertahap. |
| 5 | 15/5- ’99 | Mesjid Darul Istiqamah, dan pesantren Darussaa- dah, Teupin Raya, Kec. Geulum- pang Tiga Kab Pidie | 16.000 jiwa |
| Eksodus ke Mesjid untuk menyelamatkan diri setelah desa mereka didatangi TNI untuk memburu GAM. | Setelah bertahan selama sepekan dengan kondisi yang sangat memprihatinkan minggu (23/5) masyarakat yang mengungsi di kawasan tersebut kembali ke desa mereka dengan dipandu oleh taliban dan mahasiswa |
| 6 | 16/5- ‘99 | Gedung KNPI, SKB, dan Gedung pemerintah lainnya, serta gedung pertemuan Bireun, Kab. A. Utara | 14.000 jiwa | Warga Transmigrasi PTP Bireun, Kab. A. Utara | Karena merasa takut terhadap adanya surat kaleng yang menyeru kepada mereka untuk hengkang dari tanah Aceh | Warga trans minta dipindahkan ke lokasi trans lain di luar Aceh. |
| 7 | 26/5- ‘99 | Bale Desa Jeumpa, Bireun | 150 KK | Kawasan Alue Kuta, Peudada, A. Utara | Para Transmigran merasa gelisah setelah adanya insiden Peudada disamping adanya penembakan misterius lainnya. | Warga minta di pindahkan ke lokasi lain.
|
| 8 | 27/5- ‘99 | Sekolah, mesjid, dan fasilitas umum lainnya di kec. Peudada, Kab. A. Utara | 20.000 jiwa | Berasal dari 20 desa di kecamatan Peudada dan Jeumpa | Umumnya karena desa mereka didatangi PPRM yang memburu anggota GAM serta mengobrak abrik sebagian rumah warga desa setempat. | Mereka kembali ke desa secara bertahap. |
| 9 | 28/5- ’99 | Warga Transmi- grasi PTP Bireun, A. Utara. | 10.000 jiwa dan 852 jiwa diantara- nya adalah transmig- ran | Kecamatan Jeunieb, Peudada, Samalanga, dan Jeumpa | Warga umumnya berasal dari pulau Jawa ini mengungsi karena takut setelah adanya surat kaleng yang menyeru kepada mereka untuk hengkang dari tanah Aceh. Gelombang. | Warga yang mengungsi mengalami krisis obat-obatan disamping mereka mulai terancam krisis pangan, mereka juga minta dipindahkan ke lokasi trans lainnya di luar Aceh. |
| 10 | 2/6- ‘99 | Kantor wilayah UPT I Patek, Kec. Sampoinit, Kab. A. Barat | 300 jiwa | Tansmigrasi UPT I Patek, Kec. Sampoiniet, Kab. A. Barat | Karena adanya peristiwa Gunong Malem | Mereka dikembalikan ke pemukimannya dengan diantar 4 truk militer milik PPRM dan dikawal ketat oleh dua truk TNI yang menggunakan senapan mesin dan otomatis lainnya, kamis (10/6-’99). |
| 11 | 4/6- ‘99 | Desa Seunubok Bayu, Kec. Pembantu Indra Makmur | 150 KK | Transmigran di Desa Seunubok Bayu, Kec. Pembantu Indra Makmur, Kab. A. Timur | Karena adanya ancaman dari sekelompok orang yang tak dikenal yang menyuruh mereka pergi jika ingin jiwanya selamat | Warga minta dipindahkan ke lokasi transmigrasi lain di luar Aceh. |
| 12 | 6/6- ‘99 | SLTP I Bandar Dua, MIN Ulee Glee, MTsN Bandar Dua, Mesjid kota Ulee Glee, dan SDN Ulee Glee | 16.000 jiwa | 30 desa, diantaranya Desa Kumba, Desa Jeulanga, Desa Paga Pisang Ulat, Garot, Dan desa lain disekitarnya | Karena adanya isu akan terjadi perang antara GAM dan TNI-AD. | Mereka kembali ke desa sejak senin (14/6-’99), dengan menggunakan truk dan pikap atas inisiatif sendiri, dan mereka kembali ke desa secara berangsur-angsur. |
| 13 | 6/6- ‘99 | SDN Simpang Ie Rhob, dan SLTP II Simpang Mamplam, Kac. Samalanga, Kab. A. Utara | 2.101 jiwa di Simp Ie Rhob dan 2.200 jiwa di Simp mamplam | Desa Ie Rhob Barat, Ie Rhob Timu, Babah Lueng/Buket Ceurana, Krueng Meusegip, Lhok Tanoh, Cot Trieng, Mamplam, dan Desa Dayah, Kec. Samalnga, Kab. A. Utara | Masyarakat merasa takut dengan masuknya aparat ke desa mereka | Mereka kembali ke Desa secara bertahap |
| 14 | 6/6- ‘99 | Meunasah Alue Lim , Kec. Blang Mangat, Kab. A. Utara | 450 KK atau 2.200 jiwa | Dari desa setempat | Karena masuknya 4 panser TNI bersama puluhan anggota PPRM dan mobil unit penerangan ke desa mereka. | Warga kembali ke desa Selasa (24/8/99) |
| 15 | 7/6- ‘99 | Mesjid, sekolah dan pertokoan | 22.000 jiwa | Warga dari 40 desa di kec. Ulim dan Meureudu | Mengungsi karena adanya isu perang menyusul adanya isu perang. | Sekitar seminggu kemudian warga kembali ke desa, karena pada kenyataannya tidak ada perang. |
| 16 | 8/6- ‘99 | Mesjid Jamik, Kandang , SDN I Kandang, SD Inpres Kandang | 10.000 jiwa |
Kemukiman Kandang, Lhokseumawe, A. Utara | Karena masuknya aparat keamanan ke desa mereka | Warga kembali ke desa Rabu (18/8) menyusul adanya pernyataan Wiranto untuk menarik seluruh pasukan organik dan anorganiknya. |
| 17 | 9/6- ‘99 | Mesjid Ulim, Kec. Ulim, Kab. A. Timur | 1.500 jiwa | Desa Paloh Baroh, Sambo- ngan Baro, Pulo Lhok | Karena adanya aksi kontak senjata di Kecamatan Ulim. A. Timur | Warga kembali ke desa secara berangsur-angsur. |
| 18 | 11/6- ‘99 | Mesjid Baiturrahman, LhokseumaweA. Utara | 3000 – 4000 jiwa | Desa Hagu Teungoh, Desa Hagu Barat Laut, Ujoung Blang, dan Desa Ule Jalan | Karena aparat dari korem 011/lilawangsa memasuki desa mereka sejak 3 hari yang lalu | Warga kembali ke desa seminggu kemudian setelah aparat ditarik dari desa mereka. |
| 19 | 11/6- ‘99 | SD I dan SD II Sepek, Babah Ie, Meudheum, Lambaro, dan Jamu Mabi, Kec. Jaya, Kab. A. Barat | 2000 jiwa | Warga desa Sapek dan desa Meudheun, Pemukiman Keluang, Kec. Jaya, Kab. A. Barat | Karena tertembaknya 1 orang warga sipil pasca pemberondongan Geureutee (10/6) | Warga eksodus tersebut kembali ke desa pada tanggal 18 Juni ’99 setelah aparat ditarik dari desa mereka |
| 20 | 12/6- ‘99 | Mesjid Besar Peureulak, A. Timur | 1.700 jiwa | Desa Seumatang Keudee, Desa Geulanggang Merak, Desa Seuneubok Paya, Desa Alue Ceuko, Seunubok Jalan, Alue Beurenggang, dan desa Rawang | Karena insiden Alu Nireh (12/6) | Pengungsi di kawasan tersebut kembali ke desa mereka (15/6-’99). |
| 21 | 13/6-‘99 | Kebun lama, kebun baru, dan wisma Bina Warga di Langsa, kab. A. Timur. Juga ditampung di desa Bingai, Stabat, Langkat, Sumatra Utara | 300 jiwa | Karyawan PTPN Afdeling I Julok, Kab. A. Timur, dan warga desa setempat | Karena adanya ancaman dan intimidasi dari orang tak dikenal. | Warga eksodus kembali ke desa pada tanggal 23 Juni ’99. Sedangkan pengungsi Trans di Stabat sebagian telah memperoleh pekerjaan sebagai buruh kasar, pembantu RT, dll. |
| 22 | 16/6-‘99 | Mesjid Cunda dan Meunasah Uteun Keot, Kec. , Kab. A. Utara | Ribuan | Desa Meunasah Blang Kandang, Kec., Kab. A. Utara | Karena masuknya aparat keamanan ke kampung mereka. | Warga kembali ke desa Rabu (18/8) menyusul adanya pernyataan Wiranto untuk menarik seluruh pasukan organik dan anorganiknya. |
| 23 | 20/6- ‘99 | Mesjid Beungga, Kec. Tangse, Kab. Pidie | 1.200 jiwa | Desa Blang Malo dan desa Krueng Seukeuek, Kec. Tangse, Kab. Pidie. | Masyarakat terutama warga trans merasa tidak aman karena adanya sejumlah intimidasi dari orang tak dikenal, isu yang mencekam, pemboikotan ekonomi, selebaran gelap, dan adanya gerakan sabotase pembakaran tempat tinggal mereka | Warga yang masih belum berani pulang ke rumah mereka pindah ke Mesjid Abu Daud Beureuh, Beureunuen. Mereka kembali ke desa, Mei 2000 |
| 24 | 21/6- ‘99 | Kec. Geumpang, Kab. Pidie | 1.000 jiwa | Warga UPT SP I Blang Dalam, Kec. Geumpang, Kab. Pidie | Warga Trans tersebut merasa takut setelah 250 rumah, kantor, dan sekolah di kawasan UPT SP I Blang Dalam, Kec. Geumpang dibakar orang tak dikenal, dan mereka mengungsi karena kehilangan tempat tinggal | Warga Trans minta di tempatkan di lokasi lain |
| 25 | 21/6- ‘99 | Mesjid dan fasilitas umum lainnya di Kecamatan Tangse | 1.200 jiwa | Warga Desa Blang Malu dan Krueng Sakeuek, Kec. Tangse, Kab. Pidie | Adanya aksi pembakaran yang merembet setelah terjadi di Geumpang serta adanya tembak menembak yang dilakukan ABRI | Sebagian warga yang tidak mau kembali telah pindah ke Mesjid Abu Dayd Beureueh. Mereka kembali ke desa, Mei 2000 |
| 26 | 21/6-‘99 | Point A Komplek perkantoran Mobil Oil Inc (MOI) Lhoksukon | Ribuan | Desa Rayeuk Kuta, Kec. Lhoksukon, kab. A. Utara | Karena masuknya aparat ke desa mereka | Warga kembali ke desa Rabu (18/8) menyusul adanya pernyataan Wiranto untuk menarik seluruh pasukan organik dan anorganiknya. |
| 27 | 22/6- ‘99 | Komplek mesjid Baiturrahman Teunom, SD I, SD II, gedung perpustakaan, gedung MTI, Dayah Tuajoh, dan Musalla Desa Alue Ambang, Teunom, A. Barat | 7.000 jiwa | Dari 11 desa meliputi : Krueng Beukah, Timpleng, Tui Karueng, Tui Peruai, Lhok Guci, Pasi tubee, Alue Krueng, Pulo Tinggi, Kubu, Alue Meuraksa, dan seumira, Teunum, Kab. A. Barat | Masyarakat merasa tidak aman berada di desa mereka, karena aparat melakukan sweeping dan malukan pemeriksaan di pemukiman pemduduk. | Mereka dipulangkan ke desa dengan di antar oleh mahasiswa dan taliban setempat tanggal 28 Juni ‘99 |
| 28 | 24/6- ‘99 | Gedung ketrampilan dan halaman kantor camat, Idi Rayeuk, kab. A. Timur | 500 KK | Desa Lhok Leumak, buket Kuta, dan Seunubok Kuyun, Kec. Idi Rayeuk, Kab. A. Timur | Karena mendapat teror dari orang tak dikenal | Para pengungsi di kawasan ini sejak kamis (1/7) kembali ke desa mereka setelah prajurit TNI yang ditempatkan didesa Blang Ramee dan sekitarnya ditarik ke koramil setempat. |
| 29 | 26/6- ‘99 | Mesjid Abu Daud Beureueh, Beureunuen, Kec. Mutiara, Kab. Pidie | 1.200 jiwa | Desa Lhok Keutapang, Kec. Tangse, Kab. Pidie | Karena kehadiran tiga truk pasukan aparat keamanan yang ditugaskan untuk mamperkuat pasukan yang telah ada di Tangse, Pidie. | Mereka kembali ke Desa Mei 2000 |
| 30 | 26-27/6-‘99 | Mesjid Baro, Kec. Samalanga, Kab. A. Utara | 3.200 jiwa | Desa Batee Iliek, dan Desa Merak | Warga merasa tidak aman dengan masuknya anggota PPRM ke desa mereka, dan takut terhadap berbagai intimidasi yang dilakukan oleh orang tak dikenal. | Mereka kembali ke Desa Februari 2000 |
| 31 | 27/6- ‘99 | Mesjid Tuha, Kampung Aceh, Kec. Idi Rayeuk, Kab. A. Timur | 312 jiwa atau 69 KK | Warga desa CV 8 dan CV 9 Panton Rayeuk, Kec. Idi Rayeuk, Kab. A. Timur | Karena masuknya PPRM ke desa mereka, disamping adanya teror yang dialami oleh warga CV 9 yang terdiri dari warga trans | Warga Trans minta dipindahkan ke lokasi lain di luar Aceh. |
| 32 | 29/6- ‘99 | Mesjid Abu Beureueh, Kec. Mutiara, Kab. Pidie dan Pesantren Blang Jeurat, Tangse, serta mesjid Rambayan, Kec. Peukan baro, kab. Pidie | Mencapai 32.000 jiwa | Warga desa Blang Malo, Krueng Seukeuek, Bengga, Alue Calong, Pulo Ie, Paya Guci, Ule Gunong, dan Krueng Meriam. Pengungsi tambahan berasal dari desa Blang Dhot dan seluruh desa di kec. Tangse lainnya | Warga kembali mengungsi setelah terjadinya aksi pembakaran rumah penduduk oleh pihak tak dikenal selasa (29/6) dinihari | Mereka kembali ke Desa Mei 2000 |
| 33 | 1/7- ‘99 | Politeknik Lhokseumawe, Kab. A. Utara | 6.750 jiwa | Desa Blang Manjron, Alue manjron, Seunubok Baro, Buket Geulumpang dan Darul Aman , dan dari sebuah desa lainnya, Kec. Syamtalira Baru. Sedangkan dari Kec. Blang Mangat, warga yang mengungsi adalah dari desa Mane Karueung | Warga terpaksa mengungsi setelah kamis (1/7) sejumlah tentara mendirikan posko di simpang Cot Matahe, kec. Syamtalira Bayu. | Warga kembali ke desa Selasa (24/8/99) |
| 34 | 4/7-‘99 | Mesjid Al Falah Bandar Baru, Kab. Pidie | 3.000 jiwa | Pengungsi di Bandar Baru berasal dari desa jiejim, Sarah Panyang, Blang Krueng, Aki Nengoh, Abah lUeng, dan Blang Iboih, Kec. Bandar Baru, Kab. Pidie. | Mereka terpaksa mengungsi karena aparat memasuki wilayah mereka. | Warga kembali ke desa Rabu (18/8) menyusul adanya pernyataan Wiranto untuk menarik seluruh pasukan organik dan anorganiknya. |
| 35 | 10/7 – ‘99 | Mesjid Pasee, Panton labu. A. Utara | Sekitar 2.041 jiwa | Desa Matang Serdang, Kec. Tanah Jambo Aye, Kab. A. Utara, | Mereka meninggalkan desa setelah aparat kamanan melakukan operasi dan membuat pos disana jum’at (9/7). Kehadiran aparat di desa Matang Serdang juga membuat was – was warga di desa sekitar. | Warga kembali kedesa , minggu (8/8/99), setelah adanya kesepakatan dengan kepala desa setelah mengetahui bahwa aparat telah meninggalkan posko yang ada di desa mereka. |
| 36 | 12/7-‘99 | Tujuan komplek ARUN LNG, namun akhirnya mendirikan tenda darurat di sekitar pabrik LNG ARUN, Kec. Muara Dua, kab. A. Utara | Sekitar 6.000 jiwa | Desa ujong Blang, Kec. Banda Sakti, kab. A. Utara | Warga mengungsi karena masuknya aparat ke desa mereka dan mendirikan posko sejak rabu (7/7) di desa Lampoeh jasa. | Setelah diadakan musyawarah antara tokoh masyarakat pengungsi Desa Ujong Blang dengan aparat dan Muspida A. Utara di kamp pengungsian, jum’at (16/7) sore. Kedua belah pihak setuju untuk meninggalkan kamp pengungsian dan posko keamanan.
|
| 37 | 14/7-‘99 | Mesjid Zadul Muadz, SMP I, SD I, Kantor Camat, rumah dinas Camat, dan Balai Desa, kec. Peureulak, A. Timur | Sekitar 6000 Jiwa | Pengungsi dari desa Paya Unoe, Seunubok Baroue, Seunubok Dalam, Seulumak Muda, Pulo Blang, Seunubok Johan, Blang Barom, Desa Tampak, Kliet, Beurandang, Trans HTI, dan Alue Geuteng. | Karena masuknya aparat ke desa mereka. | Kembali ke desa mereka masing-masing Jum’at (10/9/99) setelah adanya negosiasi dengan Muspida setempat untuk menarik pasukan TNI dari desa. |
| 38 | 16/7-‘99 | Mesjid Al-Munawwarah, Meureudu Babah Jurong dan SLTPN 3 Meureudu. | 13.000 jiwa | Trienggadeng, kab. Pidie | Pangungsi berpindah ke lokasi ini karena lebih mudah memperoleh air serta kebutuhan lainnya. | Mereka kembali ke desa secara bertahap. |
| 39 | 14/7-‘99 | Mesjid Peureulak, Kedai Paru | 200 jiwa | Desa Blang Baro, Cubo, kec. Bandar Baru, kab. Pidie | Warga ketakutan setelah beberapa warga dipukul aparat yang menyisir daerah tersebut | Warga kembali ke desa Rabu (18/8) menyusul adanya pernyataan Wiranto untuk menarik seluruh pasukan organik dan anorganiknya. |
| 40 | 13/7-‘99 | Mesjid jamik, Desa Paya bakong, Kec. Matangkuli, kab. A. Utara | 2.000 jiwa | desa Meunasah pucok Alue, Meunasah lueng, Meunasah Cot Tufah dan Meunasah Pante di kawasan matangkuli. Kab. A. Utara | Warga mengungsi karena masuknya aparat ke desa mereka | Warga kembali ke desa Rabu (18/8) menyusul adanya pernyataan Wiranto untuk menarik seluruh pasukan organik dan anorganiknya. |
| 41 | 13/7-‘99 | Meunasah Tektek, kec. Matangkuli, kab. A. Utara | 1.000 jiwa | Meunasah Pante kiro, Meunasah asan, Tanjong drien, dan Meunasak tektek | Karena masuknya aparat ke desa mereka. | Warga kembali ke desa Kamis (19/8) malam menyusul adanya pernyataan Wiranto untuk menarik seluruh pasukan organik dan anorganiknya. |
| 42 | 13/7-‘99 | Mesjid Julok, kab. A. Timur | 10.000 jiwa | Seluruh desa di kec. Julok | Karena masuknya aparat ke desa mereka. | Kembali Jum’at (10/9/99) setelah adanya negosiasi dengan Muspida setempat. |
| 43 | 19/7-‘99 | Mesjid dan SD Simpang Beuracan, Meureudu, kab. Pidie | Sekitar 3.200 jiwa | Desa Rhieng Blang, Rhieng Krueng, Rhieng Mancang dan Desa Meuraksa, kec. Meureudu, kab. Pidie | Akibat kejadian pemberondongan TNI di Meureudu, Pidie yang mengakibatkan tewasnya 5 TNI dan 20 lainnya luka. | Warga kembali ke desa Kamis (19/8) malam menyusul adanya pernyataan Wiranto untuk menarik seluruh pasukan organik dan anorganiknya. |
| 44 | 21/7-‘99 | Mesjid Al Abrar, dan mesjid Pasir Putih, Kec. Ranto Peureulak, kab. A. Timur | 800 jiwa | Desa Pasir putih, Desa Lhom Lama, dan Desa Alue Dua, Kec. Ranto Peurelak, Kab. A. Timur | Karena masuknya aparat ke desa mereka | 515 jiwa (139 kk) pengungsi kembali ke desanya pada hari sabtu (7/8/’99), setelah memperoleh jaminan keamanan secara tertulis. |
| 45 | Selasa27/7 1999 | Teupin Raya dan Ibukota Glumpang Tiga, Kab. Pidie | 3.000 jiwa | desa Cot Tunong, Cot Baroh, Krueng nyong, Amut Mesjid, Amut Reudep, Geumeuroh, Keutapang Mesjid, Kumbang Kupula, dan Tufah Jeulatang. | Umumnya mereka mengungsi karena takut akan terjadi lagi kontak senjata di wilayah dekat desa mereka. | Rabu (1/9/99) pengungsi di berbagai desa kembali ke desa mereka setelah adanya kesepakatan antara Muspida, tokoh pengungsi dan aparat keamanan. |
| 46 | 26/7 1999 | Mesjid Ruhamah, Angkop, Aceh Tengah | 18 KK | Warga Desa Beutong dan sekitarnya di kabupaten Aceh Barat. | Warga mengungsi menyusul terjadinya pembantaian terhadap warga Beutong yang menewaskan sedikitnya 50 warga sipil. | Warga pengungsi kembali ke desa mereka setelah adanya bantuan dari Bupati A. Barat. |
| 47 | Senin, 26/7 1999 | Desa Keude Seumot, Ule jalan, Kec. Beutong ateuh, Kab. Aceh Barat. | Sekitar 100 jiwa | Warga Desa Beutong dan sekitarnya di kabupaten Aceh Barat. | Warga mengungsi menyusul terjadinya pembantaian terhadap warga Beutong yang menewaskan sedikitnya 50 warga sipil. | Warga pengungsi kembali ke desa mereka setelah adanya bantuan dari Bupati A. Barat. |
| 48 | Sabtu (7/8/ 99) | Mesjid Abu Beureuh, SMPN Beureunuen dan meunasah Baro Barat Jaman. | Sekitar 5.000 jiwa | Warga desa di kemukiman Tong Puedeng, Kec. Titeu Keumala, Kab. Pidie | Warga mengungsi karena takut terjadi kontak senjata | Pindah ke mesjid Abu Daud Beureuh. Mereka kembali ke Desa Mei 2000 |
| 49 | Sabtu (7/8/ 99) | Gudang dan kantor milik PT Pertani dan sebuah bangunan kilang padi milik PT Muge Pade, mesjid Tutu Ara, Meunasah Simpang Blang Usi, Meunasah Nangro Timu, dan MIN Paya Setui, Kec. Ulim, Kab. Pidie | Sekitar 5.000 jiwa | Desa Tijen Daboh, Tijen Husen, Gelanggang, Desa Bueng, Dayah Leubue, dan Desa Keude Ulim, Kec. Ulim, Kab. Pidie | Warga mengungsi karena takut terjadi kontak senjata | Warga kembali ke desa Kamis (19/8) malam menyusul adanya pernyataan Wiranto untuk menarik seluruh pasukan organik dan anorganiknya. |
| 50 | 7 /8- 1999 | SMU Jeumpa, Kab. A. Utara | 1.250 jiwa | Desa Ujung Blang dan Kuala Raja, Kec. Jeumpa, Bireun, Aceh Utara. | Mereka meninggalkan Desa karena masuknya aparat ke desa mereka. | Warga kembali ke desa hari minggu (8 Agustus 1999). |
| 51 | 17/8-1999 | Mesjid Tuha, SDN-1 dan SDN-2 Jeunieb, Kec. Jeunieb, Kab. A. Utara | 7.846 jiwa | Desa Blang Lancang, Matang Bangka, Matang Teungoh, Desa Lancang, Blang Lancang Barat, dan Desa Girek, Kec. Jeunieb, Kab. A. Utara | Karena masuknya aparat ke desa mereka, setelah terjadinya aksi kontak senjata aparat Marinir vs GAM (17/8/99).
| Warga kembali ke desanya masing-masing pertengahan September setelah adanya negosiasi antara Muspida setempat dengan aparat keamanan |
| 52 | Agus tus 1999 | Camp pengungsian Buket Cerana, Kecamatan Jeumpa, Aceh Jeumpa | 267 orang (38 KK) | Warga Desa sekitar Buket Cerana, Kecamatan Jeumpa, Aceh Jeumpa | Mereka mengungsi akibat pemukiman mereka sejumlah 38 unit musnah dibakar orang tidak dikenal. | |
| 53 | Senin (1/11/ 99) malam | Desa Juli Keude, Juli, Kec. Jeumpa, Kab. A. Jeumpa | 1.506 jiwa | Desa Juli, Kec. Jeumpa, Kab. Aceh Jeumpa. | Pengungsian itu berkaitan dengan musnahnya 53 unit rumah yang dibakar aparat keamanan dalam satu penyisiran yang dilakukan aparat keamanan setelah pemberondongan senjata terhadap Yonif 113/JS Senin (1/11/99) pagi. | Mereka kembali ke rumah sekitar (15/11/99) |
| 54 | Selasa (16/11 /99) | Desa Ujong Pulo Cut dan Desa Ujong Pulo rayeuk, Kec. Bakongan, Kab. A. Selatan | Ratusan jiwa | Desa Ujong Pulo Cut dan Desa Ujong Pulo rayeuk, Kec. Bakongan, Kab. A. Selatan | Mereka mengungsi menyusul adanya razia yang dilakukan aparat keamanan yang diiringi dengan tembakan senjata. | Mereka kembali ke Desa secara bertahap |
| 55 | Sejak 10/9/99 | Belawan Binjai, Medan dan Kabupaten Dairi, Sumatra Utara | Sekitar 15.000 jiwa | Etnis non Aceh yang selama ini menetap di Aceh | Warga non etnis Aceh yang eksodus karena ketakutan dan adanya isu akan terjadi perang | Mereka sebagian besar telah memperoleh pekerjaan sebagai buruh, pembantu, dll di lokasi pengungsian. |
| 56 | Sabtu (27/11/99). | Mesjid Seulimum, dan mesjid Darussalam, Aceh Besar | Sekitar 3000-an | Desa lamtamot, Lhon Asan, Lhon Baroh, Lambaro Tunong, Meunasah Baro, Iboih, Bayu, Ayun, Alue Rindang, Panca, Simpang Beiringien, Lamkubu, dan Desa Blang.
| Mereka mengungsi menyusul adanya aksi penembakan dan penangkapan terhadap 28 warga Desa Lamtamot, Sabtu (27/11/99). | Mereka kembali ke desa Minggu (5/12/99) |
| 57 | 27/11 /99 | Komplek Pesantren Nurul Islam, Meunasah Layung Gampong dan Mesjid Alue Lhok, Kec. Samatiga, Aceh Barat. | Sekitar 1500-an | Desa Kuta Padang Layung, Layung Gampong, dan Alue Lhok, Kec. Samatiga, Aceh Barat. | Mengungsi menyusul terjadinya aksi kekerasan aparat di Desa Layung, Kec. Samatiga, Aceh Barat | Mereka kembali ke desa secara bertahap. |
| 58 | Januari 2000 | Mesjid Cot Ijue, Aceh Jeumpa | 578 jiwa | Warga Desa Cot Ijue, Aceh Jeumpa | Mereka mengungsi akibat dibakarnya73 unit rumah mereka oleh TNI, yang saat ini sedang dibangun oleh Pemda. | |
| 59 | Februa ri 2000 | Kanwil Transmigrasi | 445 Jiwa (108 KK) | Desa Panca Kubu, Jantho, Aceh Besar | Akibat pembakaran rumah oleh orang tak dikenal. | Sebagian meninggalkan lokasi pengungsian. |
| 60 | 18/2/00 | Perumnas Ujong Batee, Aceh Besar | 135 jiwa (26 KK) | Warga Aceh Besar | Sebelumnya mereka menetap di Asrama mahasiswa. Kp Laksana, selanjutnya ditempatkan Perumnas dengan kontrak rumah. | |
| 61 | April 2000 | Gedung Politeknik, Lhoskeumawe, Aceh Utara | 79 jiwa | Julok, Aceh Timur | Mengungsi menyusul masuknya TNI/Polri ke Desa mereka, dan merupakan pindahan dari Mesjid Julok, Aceh Timur | |
| 62 | Mei 2000 | Mesjid Nurussalam, Aceh Besar | 135 Jiwa (27 KK) | Desa Sukatani, Jantho, Aceh Besar | Mengungsi menyusul dibakarnya 19 unit rumah warga Trnas oleh orang tak dikenal. | |
| 63 | 7 Mei 2000 | Mesjid Baiturrahman, Aceh Besar | 32 KK | Desa Jantho Baru, Jantho, Aceh Besar | Mengungsi menyusul dibakarnya 32 unit rumah warga Trnas oleh orang tak dikenal. | |
| 64 | 1/6/00 | Mesjid Abu Daud Beureueh, Berureunuen, Pidie | 2.624 jiwa | Desa Rinti (225 orang), Desa Didoh (515 orang), Kulam Ara (710 orang), Beulangong Basah (569 orang), dan Desa Barih (605 orang), (Kemukiman Ujong Rimba), Kecamatan Mutiara, Pidie | Mereka mengungsi karena masuknya TNI/Polri dan melakukan penyisiran. | Mereka kembali secara bertahap sejak 10 Juni 2000 |
| 65 | 1/6/00 | Mesjid Beuracan dan SDN Beuracan, Kecamatan Meureudu, Pidie | Sekitar 4.500 jiwa | Warga Desa Lampoh Lada, Mns Mulieng, Rumpuen, Dayah Tuha, Mns Kulam, Mns Rambong, Grong-grong, dan Mns Buloh. Kemukiman Beuracan, Kecamatan Meureudu, Pidie | Mereka mengungsi karena masuknya TNI ke desa mereka dan melakukan penyisiran. | Para pengungsi telah kembali ke desa asalnya setelah aparat TNI meninggalkan desa mereka dua hari kemudian. |
| 66 | 11/6/00 | Mesjid Keude Jurong, Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur | 3.198 jiwa | Warga Desa Seuneubok Dalam, Seunubok Tunong, Seunubok Rambong, Seunubok Bayu, Kampong Lhee, dan Desa Beurandang, Kecamatan Nurussalam (Bagok), Aceh Timur | Mereka mengungsi menyusul masuknya aparat ke desa, dan melakukan sweeping serta pemukulan. | |
| 67 | 16/6/00 | Mesjid Baitul Manan, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur | 100-an jiwa | DesaPanton Rayeuk B, Payalaman, dan Seunebok Simpang, Kec. Idi Rayeuk Aceh Timur | Mereka mengungsi menyusul masuknya aparat ke desa, dan melakukan sweeping serta pemukulan. |
0 comments:
Post a Comment