Pendahuluan
Dalam sebuah upaya untuk memutus rantai impunitas yang telah berlangsung selama puluhan tahun, sebuah blog baru telah dibuat secara independen oleh warga sipil yang peduli terhadap kebenaran dan keadilan. Blog ini secara terbuka mempublikasikan nama-nama, foto, dan profil orang-orang yang diduga kuat terlibat dalam pelanggaran berat Hak Asasi Manusia (HAM) di Acheh selama masa konflik bersenjata atau kapan saja ketika Rakyat Acheh menjadi korban.
Blog ini bukan tindakan balas dendam. Ini adalah pengingat sejarah, arsip kolektif rakyat, dan alat tuntutan moral dan politik agar dunia tahu siapa yang telah melakukan kekejaman terhadap rakyat Acheh. Dalam blog tersebut, tercatat pelaku-pelaku dari institusi militer, kepolisian, dan unsur pemerintahan yang terlibat dalam penyiksaan, pembunuhan, penghilangan paksa, kekerasan seksual, dan berbagai bentuk pelanggaran HAM lainnya.
Namun demikian, sebagai bagian dari komitmen terhadap prinsip keadilan dan keterbukaan informasi, setiap orang yang merasa dirinya tidak bersalah dan tidak pernah melakukan kejahatan tersebut berhak untuk mengajukan sanggahan atau klarifikasi secara resmi melalui mekanisme hak jawab yang disediakan oleh pengelola blog.
Latar Belakang: Kekejaman yang Dilupakan
Selama lebih dari dua dekade konflik bersenjata, rakyat Acheh hidup dalam ketakutan di bawah bayang-bayang Daerah Operasi Militer (DOM) dan operasi keamanan lainnya. Rumah-rumah dijarah, desa-desa dibakar, rakyat dipukuli, diinterogasi, disiksa, dan dalam banyak kasus, dibunuh atau menghilang tanpa jejak.
Salah satu tragedi yang tidak pernah dilupakan oleh rakyat Acheh adalah pembantaian Teungku Bantaqiah dan para santrinya pada 23 Juli 1999 di Beutong Ateueh, Kabupaten Nagan Raya. Teungku Bantaqiah, seorang ulama karismatik dan pendidik spiritual yang dihormati, ditembak mati bersama lebih dari 50 muridnya oleh satuan militer. Jenazah mereka dikubur secara massal tanpa upacara, tanpa doa, dan tanpa keadilan.
Namun Bantaqiah bukan satu-satunya korban. Dalam blog ini juga terdokumentasikan:
-
Tragedi Simpang KKA (1999): Puluhan warga sipil ditembak mati saat melakukan aksi damai di depan PT Arun di Lhokseumawe.
-
Kasus Rumah Penyiksaan Rumoh Geudong di Pidie: Tempat ratusan orang mengalami penyiksaan fisik dan seksual.
-
Penghilangan paksa terhadap aktivis, tokoh masyarakat, dan anak muda Acheh yang hingga kini tidak pernah ditemukan kembali.
-
Pemerkosaan dan pelecehan seksual terhadap perempuan Acheh, yang menjadi senjata kekerasan dalam operasi militer.
Mengapa Blog Ini Diperlukan
Blog ini lahir dari kekecewaan mendalam terhadap kegagalan negara dalam menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM berat di Acheh. Hampir 20 tahun pasca-Perjanjian Damai Helsinki 2005, pemerintah Indonesia belum menindak satu pun pelaku kejahatan. Rekomendasi dari Komnas HAM dan lembaga-lembaga internasional hanya menjadi tumpukan dokumen tanpa tindak lanjut.
Alih-alih mengadili pelaku, negara justru memberi mereka promosi, jabatan tinggi, bahkan kursi politik. Korban dilupakan, pelaku dilindungi. Ini bukan hanya pengkhianatan terhadap keadilan, tapi juga penghinaan terhadap martabat bangsa.
Blog ini adalah bentuk perlawanan sipil. Karena bila negara gagal menegakkan hukum, maka rakyat berhak membangun pengadilan moral mereka sendiri.
Apa yang Dipublikasikan di Blog Ini
Setiap entri dalam blog memuat informasi diantara lain sebagai berikut:
-
Nama pelaku
-
Foto atau identifikasi visual
-
Pangkat, jabatan, dan institusi
-
Keterangan peristiwa di mana yang bersangkutan diduga terlibat
Alamat sosial media dan/atau tempat tinggal terakhir
Kami menyadari bahwa tuduhan atas pelanggaran HAM adalah sangat serius. Maka dari itu, verifikasi data dilakukan secara hati-hati. Meski demikian, karena negara tidak membuka akses terhadap dokumen militer dan laporan internal, blog ini juga bergantung pada kesaksian korban dan data sipil yang tersedia.
Ajakan kepada Para Korban dan Penyintas: Anda Tidak Sendirian
Kami ingin menyampaikan pesan penting kepada semua korban, penyintas, dan keluarga korban pelanggaran HAM di Acheh:
Anda tidak sendirian. Suara Anda penting. Cerita Anda adalah bagian dari sejarah kami.
Kami mengajak Anda untuk menghubungi tim kami, untuk menceritakan pengalaman Anda selama masa konflik militer di Acheh, sebelum atau sesudahnya, kapan saja. Cerita Anda, baik tertulis maupun lisan, akan kami dokumentasikan dengan penuh rasa hormat dan menjaga kerahasiaan jika diinginkan. Setiap cerita yang Anda bagikan akan menjadi bagian dari catatan kolektif untuk memastikan bahwa tragedi ini tidak akan pernah terlupakan.
Hak untuk Menyanggah
Sebagai bentuk komitmen terhadap prinsip keadilan, blog ini menyediakan hak jawab bagi siapapun yang merasa dirinya tidak terlibat atau difitnah. Mereka dapat mengajukan klarifikasi dengan bukti-bukti yang relevan, dan tim pengelola blog akan mempublikasikan tanggapan tersebut secara adil.
Kami tidak bertujuan menghakimi secara sepihak. Kami membuka ruang bagi kebenaran dari berbagai sisi. Tapi kami tidak akan membungkam kesaksian korban.
Pelajaran bagi Generasi Mendatang
Blog ini tidak hanya berbicara kepada masa kini. Ia adalah pesan untuk generasi muda Acheh dan dunia internasional. Ini adalah catatan sejarah yang tidak boleh dilupakan. Ini adalah pelajaran agar tragedi serupa tidak terjadi lagi, kepada siapapun, di manapun.
Anak-anak muda harus tahu bahwa kemerdekaan sejati tidak hanya soal politik, tapi juga soal keadilan. Mereka harus tahu bahwa para pelaku kekejaman tidak bisa terus bersembunyi di balik seragam, jabatan, atau waktu.
Harapan ke Depan: Menuju Pengadilan HAM Internasional dan Acheh
Kami menyadari bahwa saat ini sistem hukum di Indonesia belum mampu atau belum mau mengadili para pelaku. Tapi sejarah belum selesai.
Pada saat yang tepat, ketika kondisi memungkinkan, rakyat Acheh akan membawa para pelaku ini ke pengadilan internasional maupun pengadilan nasional Negara Acheh yang merdeka dan berdaulat.
Kami akan terus mengumpulkan data, menyusun berkas, dan menyuarakan kebenaran. Dunia harus tahu. Sejarah harus mencatat. Dan keadilan akan datang—jika tidak hari ini, maka esok hari.
Penutup
Blog ini adalah milik rakyat Acheh. Ia lahir dari luka, dibangun atas tekad, dan diarahkan oleh semangat keadilan. Ia bukan bentuk kebencian, tapi bentuk cinta: cinta terhadap kebenaran, terhadap para korban, dan terhadap masa depan yang lebih bermartabat.
Blog ini adalah suara dari luka, tapi juga suara dari harapan. Ia bukan sekadar situs daring, melainkan batu nisan digital untuk mereka yang mati tanpa pemakaman layak, dan pelita kecil bagi keadilan yang sedang dicari.
Bagi mereka yang merasa tidak bersalah, silakan ajukan sanggahan Anda. Tapi bagi mereka yang pernah menembak, menyiksa, membakar, atau memerkosa rakyat kami—ketahuilah bahwa Anda tidak akan dilupakan.
📌 Teruskan kunjungi blog ini melalui: https:/wajahimpunitas.acheh.org
📬 Ajukan masukan korban melalui:
“Keadilan mungkin tertunda, tapi tidak akan selamanya tertolak. Dan sejarah akan selalu berpihak pada yang berani mengatakan kebenaran.”
“Kebenaran yang diungkap adalah langkah pertama menuju keadilan. Dan keadilan adalah fondasi dari kemerdekaan sejati.”
— Suara dari Acheh.

0 comments:
Post a Comment